Angin Segar, kemanakah?

marindu-semilir angin

marindu-semilir angin


Semilir angin di kesunyian malam
Ahh, tak begitu
Hanya dingin yang menerpaku
Sunyi pun tidak, masih ada suara orang di sana

Mungkin hanya ilusi
Ingin segera kembali sendiri, menyendiri mungkin
Salahkah?
Mau menyalahkan lagi?
Salah siapa?
Mau menyalahkan lagi?

Cukup, sudah cukup…
Mau menyalahkan siapa pun tak kan kau dapatkan angin segar
Hanya gerah yang nanti kau dapatkan
Sudah, katanya kau kuat?
Begitu saja sudah mengeluh

Dasar anak kecil!
Sampai kapan kau begini
Sudah seharusnya kau menguatkan, bukan dikuatkan
Mintalah kekuatan pada Sang Pemberi Kekuatan, Allah
Lalu kau salurkan kekuatan itu ke orang di sekelilingmu
Masih banyak yang lebih membutuhkannya darimu

Allaahu rabbii, ingin segera kuhirup angin segar itu
Anganku lalu apakah sebatas angan?
Menguap dimakan waktu
Apakah waktu yang belum mempertemukanku
Asa yang dulu menggebu
Hilangkah bersama debu?
Tidak.
Bukan itu, aku hanya rindu.
Rindu kesendirianku mengadu pada-Mu
Aku futur
Karena itu, tak banyak aku bersyukur
Aku hanya menunggu sunyi untukku menyendiri
Izinkan aku menunggu bersama waktu
Agar kembali aku bersyukur

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s