Karena Allah telah Berkehendak, “Jadilah, maka terjadilah ia.”

"Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nashiir."

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Allah, bantu aku. Aku tahu aku memang lemah. Aku tak tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Aku hanya menduga. Ya, itu yang baru bisa kulakukan. Sekali lagi, selalu ini yang ingin aku katakan atau setidaknya selalu ini yang keluar dari mulutku jika ada orang yang mengungkit-ungkit itu lagi. “Bukan aku tidak bersyukur. Alhamdulillah. Ya, Alhamdulillah. Senang, tapi ya… Kau pasti tahu di balik itu apa yang aku rasakan? Kau tahu itu, bukan? Bagaimana rasanya. Bukan aku tidak bersyukur. Astaghfirullah. Itu nikmat yang jarang didapatkan, tapi inilah kenyataannya. Tidak mudah menanggungnya, setidaknya bagiku. Astaghfirullah. Bukan maksudku tak bersyukur. Mungkin inilah bukti bahwa tidak selalu kesengsaraan atau kegagalan yang berat dipikul. Kenikmatan pun bisa terasa begitu, jika kau tak siap dan ikhlas menerimanya…”
Ya, ‘jika kau tak siap dan ikhlas menerimanya’. Astaghfirullah. Kemanakah keikhlasan itu, ya Allah. Tidakkah aku memilikinya? Ya Allah, ampuni aku. Maaf aku terlalu banyak dan sering menuntut dan mengeluh. Ya Allah, kuatkan punggungku. Sungguh, kenikmatan pun tidak lain dari kesengsaraan jika aku tak pandai mengolah dan menjaganya, setidaknya jika aku tidak ikhlas dan lapang menerimanya. Tidak hanya kesedihan dan kegagalan yang menuntut hati yang ikhlas, kesenangan dan kenikmatan pun begitu.
Sampai kapan ia akan menetap di pikiranku? Aku tak tahu. Astaghfirullaahal’adziim.

Aku hanya berharap, semoga kutemukan segera keikhlasan itu. Kubangun lagi kesabaran dan keteguhan hati serta ketegaran jiwa. Ya Allah, sekali lagi, ini ujian dari-Mu. Subhanallah. Kumohon kekuatan dari-Mu dan kelapangan kasih sayang-Mu. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Laa haula wa laa quwwata ilaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia…” (QS. Yaasiin ayat 82) 

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim ayat 7)

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf ayat 87)

Advertisements

One thought on “Karena Allah telah Berkehendak, “Jadilah, maka terjadilah ia.”

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s