Hmm, “mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang” 🙂

Corat-coret Anto S. Nugroho

Judul corat-coret ini merangkumkan diskusi berkaitan dengan SK dari Ditjen Dikti yang beredar di awal Februari 2012, dan menjadi bahasan hangat di kalangan akademisi perguruan tinggi. SK tersebut dapat didownload dari situs Dikti. Dari SK tersebut dijelaskan bahwa untuk meraih gelar sarjana S1, mahasiswa harus menghasilkan makalah yang terbit di jurnal ilmiah. Sedangkan untuk magister, syarat yang sama juga diterapkan, tetapi ditambahkan keterangan bahwa “jurnal ilmiah nasional diutamakan yang terakreditasi Dikti”. Sedangkan untuk program S3 ketentuannya “telah diterima untuk terbit pada jurnal ilmiah internasional.”. Kalimat ini mengundang berbagai pertanyaan dan pemikiran yang saya rangkumkan sbb.

  1. Syarat untuk strata S1 tersebut tidak menyebutkan ketentuan akreditasi Dikti, berarti sebarang jurnal sekalipun tidak masalah. Bisa saja jurnal yang diterbitkan oleh kampus, atau fakultas. Apakah demikian tafsirannya ?
  2. Untuk S1 dan S2 syaratnya harus terbit, sedangkan untuk S3, syaratnya cukup diterima untuk diterbitkan. Ini jelas berbeda. Pada saat seseorang mengirimkan tulisan ke jurnal…

View original post 906 more words

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s