Hello, My Soul.. Comeback to Your Body, Please! I Need You :)

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Susah, astaghfirullah. Hmm, susah, kenapa harus dibagi? Apa kita harus membagikan kesusahan dan kesedihan kita pada orang lain? Pahamku sekarang: TIDAK. Tapi apa yang aku lakukan sekarang? ya, aku memanng sedang susah. Tapi aku berusaha menularkan sisi positif dari kesusahanku. Ya, inilah hidup. Apalah. Sebentar, aku perlu mengaturnya. Aku akan menghalau yang hitam. Maaf. Jagalah dirimu, Kawan. Tetaplah berpikiran positif. Maha Suci Allah jika Kau mampu mengendalikan emosimu. Hindari meniru kawanmu yang kurang baik ini. Ambilah yang baik-baik saja. Kawanmu ini sedang pada tahapan memilah dan memilih yang benar. Kawanmu ini sedang dalam proses mencari dan melakukan kebenaran dan kebaikan.

Ya, tapi setiap proses tidak melulu lancar. Terkadang, senang Alhamdulillah. Tapi tak jarang karena sedang terciprat energi negatif semua jadi berubah. Astagfirullah. Ingat ya, Kawan. Aku hanya sekadar berbagi secuil yang melintas dan mencoba kukeluarkan lewat tulisan ini. Tetap jaga dirimu, tetaplah berpikiran positif. Aku tak kan bisa mengendalikanmu saat ini juga. Ya, aku hanya sedikit berbagi. Mencoba mengubah yang buram menjadi cerah. Ya, sabar. Sabar yang harus kulakukan. Jika aku susah, mesti sabar.

Oke, aku ingin bercerita padamu. Sedikit saja. Setiap orang pasti pernah merasakan marah. Oh, tidak semua. Maaf, banyak orang pernah merasakannya. Apalagi orang biasa seperti kawanmu ini. Ya, pernah teman saya bilang kurang lebih seperti ini: “Aku jarang melihatmu marah”. Ya, itu katanya. Maaf, sebenarnya memang saya tidak mampu menunjukkan atau mentransformasikan kemarahan saya. Entahlah. Saya lebih senang diam. Hmm, itu juga yang sering membuat orang tak sabar dengan saya. Hmm, maaf. Astaghfirullah. Sering saya merasa aneh sendiri. Entah dalam keadaan baik atau kurang baik. Jujur, saya sering enggan mengatakan kekurangan saya yang saya rasakan karena saya takut itu do’a dan menjadikan kekurangan saya itu tetap ada. Hmm, entahlah. Saat ini saya menulis apa yang mampu saya tulis sekarang. semoga kali lain juka saya membaca tulisan ini, saya bisa menertawakannya. Aamiin.

Bicara tentang amarah, saya lebih sering marah pada diri sendiri. Hmm, padahal Allah saja Maha Pengampun ya? mengapa kita masih sering marah? Astaghfirullah. Mungkin saya kurang, memang saya kurang ingat sepertinya. Astaghfirullah. Mari kita istigfar.

Hmm, berpikir positif mudah? Ya, jika kita ingat Allah. Wah, sepertinya banyak hal yang saya lupa. Astaghfirullah. Lalainya minta ampun. Astaghfirullah. Tindakannya mana? Kebanyakan menuntut ya? hmm, ya sudah. Sekarang banyak-banyak istigfar, terus ingat Allah ya. belajar lagi yang kelupaan. Kuatkan yang masih ada dan ingat. Tambah lagi yang kurang. Sempurnakan langkah. Oke? 😀

*Lagi-lagi, sepertinya saya menganggapnya sebagai firasat, lebih tepatnya pikiran saya sebelumnya terbukti sekarang. Saya harus kembali membaikkan pikiran saya lagi. Belajar lagi. Semoga ini cepat terselesaikan. Aamiin.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s