Kereta Progo-On the Way Home

Yang terasa..
hmm, sepi
bukan, tapi sepi
bukan, aku tak sendiri
tapi aku merasakan itu
rasa itu
rasa yang tertinggal
oleh sebuah harapan
entah masih ada atau tidak
sekali lagi aku berharap
entah masih sama atau tidak

bayang yang kulihat itu
bayang seberkas senyum di wajah itu
bayang yang terpantul dalam layar
yang kusadari, tapi tak kusadari
entah nyata atau tidak
apakah hanya ilusi?
ataukah benar adanya?
aku tak tahu

sekali lagi hanya harap yang tersisa
harapan itu nyata
berharap senyum itu untukku
berharap itu salam darimu untukku

jika benar bayang itu nyata
tahukah kau aku juga memandangmu?
tahukah kau aku pun memperhatikanmu?
tahukah kau aku merasakan kehadiranmu?
meski waktu memberiku sedikit peluang
tapi aku senang

tahukah kau beberapa waktu yang lalu
aku pun melihat kau hadir di depanku?
aku merasakan itu, dan nyata
sosokmu tepat di depan mataku
tapi aku beralih
segera setelah menangkap bayang wajahmu

aku pun melihat bayangmu
tertangkap jelas olehku bayanganmu
sesosok orang memperhatikanku
kau tahu?
aku melakukan hal yang sama waktu itu
mungkin tak sepenuhnya sama
tapi serupa

sekejap tubuhku gemetar
entah apa maksudnya itu
bukan gentar, hanya gemetar
aku pun kembali menguasai tubuhku
selang beberapa waktu
dan lagi, aku segera bergegas
agar tak kutemui kau menghampiriku di sini
padahal, aku tahu atau hanya dugaanku
kau tak mesti menghampiriku
tapi aku hanya ingin menghindar
bukan aku tak mau
tapi aku belum siap untuk itu
aku belum siap menyadari kau
hadir di depanku, persis di depan mataku
aku belum menguasai diriku
di hadapanmu

hanya satu kata ini
untukmu yang kini mengisi hatiku
‘maaf’

(Dwi T. Priyantini–dalam perjalanan pulang ke Purworejo, di Kereta Progo, 10 Januari 2012)

Hmm, setelah googling bentar, nemu juga tulisan yang bagus, silakan dibaca:

Cintai dia dalam diam

Bila belum sedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam…
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak imanmu..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu…

Ingatkah tentang kisah Fatimmah dan Ali ?

yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan…
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..
kerana dalam diammu tersimpan kekuatan… kekuatan harapan…
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?
dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,

Biarkan ia tetap diam..

jika dia memang bukan milikmu, pasti Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat…
biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu…
Cintai Dia Dalam Diam, Dari Kejauhan Dengan Kesederhanaan Dan Keikhlasan
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…

Cukup cintai dia dari kejauhan

karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup Cintai ia dengan kesederhanaan…

memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan..

karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…

Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu karena ia takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila suatu masa dia hilang dari pandanganmu, kau akan menyadari dia adalah cinta yang tak pernah kau sadari.

Usah diratapi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia. Atas kasih sayang Allah kau dan dia bertemu dan atas limpahan kasihNya juga kau dan dia dipisahkan bersama hikmah yang tersembunyi..

Sumber: http://fitrimelinda.wordpress.com/2011/05/29/cinta-dalam-diam/

Untukmu yang di sana:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Ya Allah, jika aku rindu, aku titip rinduku ini pada-Mu.
Aku titip orang yang kurindukan pada-Mu agar Engkau memelihara dan menjaganya.
Engkaulah sebaik-baik Pemelihara.
Jagalah dia, temani setiap langkahnya, selimuti hatinya dengan kesyukuran atas segala nikmat dan karunia-Mu.
Semoga Engkau berkenan menjaganya dan menuntunnya di jalan-Mu.
Kuatkanlah dia apabila dia jatuh.
Jika Engkau berkenan, sampaikanlah salamku untuknya, semoga rahmat dan karunia-Mu senantiasa tercurah padanya.
Semoga kebaikan-Mu senantiasa menyertainya.
Aamiin aamiin aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

Advertisements

2 thoughts on “Kereta Progo-On the Way Home

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s