Tahun Baru?

31 Desember 2011
23.16 waktu laptop(waktu scele juga sepertinya :D)

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Rasanya ingin menulis sesuatu. Yah, aku menulis lagi. Yeah! Alhamdulillah 🙂
Walaupun geje ga jelas, ga papa deh. Itung-itung latihan mengalirkan ide biar lancar.
Malam tahun baru masehi kan ya? Ngapain? Belajar. Sepertinya itu jawaban sebagian besar mereka para mahasiswa/i Universitas Indonesia atau mungkin universitas lain juga yang masih dalam masa-masa UAS. Selamat ya 😀
Saya juga kok. Mari disyukuri, belajar. Alhamdulillah.
Eh ya, satu pertanyaan saya. Dari mana asal perayaan tahun baru ini ya? tahun baru masehi tentunya yang saya maksud. Silakan dicari jawabannya sendiri ya 🙂 Saya juga belum tahu :p Mmm, saya jadi ingat sesuatu. Saya pernah membaca sebuah artikel, tapi tidak seluruhnya pun saya juga tidak terlalu ingat. Artikel itu membahas tentang asal mula perayaan ulang tahun dengan lilin dan sebagainya. Seingat saya di artikel itu dibahas awal mula ada perayaan ulang tahun dengan lilin dan sebagainya itu saat zaman Yunani. Entahlah, masih samar. Hehe..
Kenapa saya membahas ini? Ga tau juga ya 🙂 hehe
Maaf maaf, bukan apa-apa. Cuma rasanya gimana ya? Tapi memang tidak bisa dipungkiri karena ini sudah—sepertinya—mendarah daging, sudah menjadi kultur selama bertahun-tahun atau mungkin berabad-abad kali ya perayaan tahun baru masehi ini. Saya jadi penasaran, tahun baru masehi itu awal mulanya kenapa ya? hmm, kapan-kapan cari tau deh kalau ingat. Hehe..
Bagaimana malam tahun baru—masehi tentunya—di mata Islam? Saya juga masih awam, kurang tahu soal itu. Bolehlah cari sama-sama atau tanya ke orang yang lebih tahu. Eh ya, kemarin kan sudah tahun baru Islam ya? Hehe 🙂
Apapun itu, kita ambil positifnya aja ya, belajar. Belajar lagi. Belajar tidak hanya materi kuliah kan ya? banyak hal yang bisa kita pelajari. Dari hal yang paling sederhana sekalipun. Ada orang bilang kurang lebih begini: “Sesuatu yang dikatakan sederhana jika dia dipikirkan, maka tidak sederhana lagi. Jadi, tidak ada sesuatu yang sederhana jika dipikirkan.” Itu katanya.
Satu hal yang saya syukuri pada malam tahun baru masehi ini. Setidaknya karena keramaian malam ini saya bisa betah ‘melek’ dan belum mengelana ke alam mimpi. Karena itu, saya bisa nulis ini juga, bisa sedikit belajar buat uas juga. Setidaknya waktu pengelanaan ke alam mimpi menjadi berkurang. Hal yang sangat-sangat ingin saya lakukan. Mengurangi jam tidur, atau setidaknya membuatnya sedikit lebih teratur. Hmm, ya, mungkin sedikit demi sedikit akan terealisasikan. Semoga ya. Aamiin.
Yah, pembicaraan saya kali ini masih ngelantur ke mana-mana. Mungkin ini yang seperti teman saya pernah bilang. Kehilangan fokus, apapun itu. Sekarang saya hanya ingin menuangkan apa-apa yang sedang berjalan mengantri di neuron otak saya. Meski tersendat-sendat dan mungkin tidak semuanya tertulis. Apapun itu. Saya hanya ingin menulis. Dan ini tulisan saya. Hehehehh 😀

Syukran udah mau mampir dan mbaca tulisan yang masih berantakan ini.
Semoga berkenan berkunjung lagi. 🙂

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s