Dalam Diam

Dalam diam
 banyak yang bisa kulakukan
Dalam diam
 kuingat semua kenangan yang telah lalu
 masa-masa itu, masa putih abu-abu
 masa untuk pertama kalinya kujumpai mereka
 mereka yang satu, walau berbeda
Dalam diam
 kusunggingkan senyum
 melepas penat
 melepas hasrat kerinduan
 rindu akan kehangatan
 hangat kebersamaan, persahabatan
Dalam diam aku berpikir
 sudah sejauh mana aku melangkah
 sejauh ini, apa yang sudah kudapatkan?
Dalam diam aku bercerita
 mengeluarkan segala  penat, segala keluh kesah, dan amarah
 kulihat diri, diam
Dalam diam aku berbicara
 Dalam diam aku merasa
 Dalam diam aku menerima
 Dalam diam aku ...
Bahagia mengenang sesungging senyum mereka
 Canda tawa mereka
 Tingkah konyol mereka
 Pengalaman kami, perjalanan kami
 Perjalanan hidup selama ini
Alhamdulillah, banyak hal kupelajari
 dalam diam
Dalam diam, seakan aku bersama-Nya
 bercerita pada-Nya
 berkeluh kesah dan  memohon kekuatan-Nya
Dalam diam kutemukan Dia
 cahaya indah-Nya
 kesejukan embun-Nya
 keagungan kuasa-Nya
Sungguh, telah banyak aku dapatkan
 dari-Nya lah semua ini kudapatkan
Semua kebahagiaan yang kurasa
 Semua kekuatan yang kupunya
 Semua keberanian yang kumiliki
Dia lah yang menerangiku dalam kegelapan malamku
 Menuntunku dalam melangkahkan kakiku
Hanya Dia yang mampu menenteramkan hatiku
 saat gundah dan resah
 saat kecewa dan penat
Hanya Dia yang mengingatkanku
 masih banyak yang bisa kulakukan
 masih banyak yang bisa kuberikan
 masih banyak kebahagiaan yang menungguku
Dalam diam aku berkata dan berdoa
 inilah diriku, dalam kuasa-Nya
 aku berlindung pada-Nya
 semoga Dia senantiasa menuntunku di jalan-Nya
 aamiin
Dalam diam kuungkapkan semua
 aku akan tetap pada diriku
 menjaganya, mempertahankannya
 kecuali Dia berkehendak lain
 yang kuharap itu terbaik menurut-Nya
Dalam diam
 banyak yang bisa kulakukan
 banyak yang bisa kuungkapkan
 banyak yang bisa kuceritakan
Dalam diam
 kuharap senyuman yang selalu keluar
 terukir bersama indah ingatan
 yang berlalu bersama hangat senja sang surya
 menyambut indah cahaya mentari esok pagi
Dalam diam
 kelam menjadi terang
 dan senyum pun mengembang
(Depok, 2 Desember 2011)
 --Dwi Teguh Priyantini
Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s