Ala Bisa Karena Biasa

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

“Ala bisa karena biasa”
Kita tentunya familier dengan istilah di atas. Ya, benar adanya memang. Setiap hal mudah saja kita lakukan kalau kita sudah terbiasa melakukannya. Kebiasaan, itulah kuncinya. Kebiasaan sendiri menurut saya adalah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang, secara berkala, dan terus-menerus. Bagaimana mengubah sesuatu yang bukan merupakan kebiasaan menjadi sebuah kebiasaan?

Mungkin tidak mudah, tapi pasti bisa. Semua kembali kepada niat kita. Ala bisa karena biasa dan semua hal bisa terjadi. “Nothing’s impossible”, begitu bahasa inggrisnya 😀

Eits, tunggu dulu. Apa kita yakin kita akan menjadikannya sebagai kebiasaan kita? Apakah kita tidak akan bosan? atau jenuh mungkin? bahkan muak?

Oh oh ohh, kembali pada niat awal kita sebenarnya. Itulah yang perlu kita perhatikan. Niat, kesungguhan hati. Kalau memang baik, mengapa tidak? Kita coba saja:) Jikalau baik, pastilah akan bermanfaat. Iya to?

Okelah. Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Mungkin itu kuncinya. Melakukan segala sesuatu semata karena mengharap rida dari Allah swt.
Menyenangkan bukan? Kita tidak perlu berlama-lama memikirkan feedback dari orang lain. Kita tak perlu berlarut-larut termangu menunggu respon orang lain, kita tak perlu marah kalau tak ada tanggapan apa-apa dari orang lain. Tentunya energi kita lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia.

Ya, begitulah. Itu yang sedang saya pelajari sekarang. Belajar ikhlas, belajar melakukan segala sesuatu hanya karena Sang Maha Tinggi karena sesungguhnya tujuan manusia di dunia ini hakikatnya adalah untuk menyembah/beribadah kepada Dia Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

Ada satu hal lagi yang ingin saya singgung. Mmm, terkadang kebiasaan meninggalkan kesan tersendiri. Jika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu dan secara langsung maupun tidak langsung kita menikmatinya, cobalah suatu saat kita tidak melakukannya. Apa yang akan kita rasakan? Rasanya, ada sesuatu yang berkurang atau bahkan hilang dari diri kita. Walaupun terkadang kita bosan dan jenuh, jika itu sudah menjadi kebiasaan kita, kita akan merasa kangen jika tidak melakukannya. Untuk sehari dua hari atau dalam waktu yang singkat mungkin tidak, tapi cobalah kita perlama waktunya. Saya kira apa yang saya tulis sebelumnya benar adanya.

Ya, itulah yang sedang saya rasakan sekarang. Kurang lebih begitu adanya. Ada sedikit hal yang saya merasa kehilangan dan saya juga merindukannya. Tidak hanya satu mungkin, tapi yang satu ini yang terakhir secara tidak langsung menjadi suatu kebiasaan di hari-hari saya.

Kembali semua pada niat, semoga keikhlasan tetap di hati kita. Semoga Allah menjaga kesucian hati kita. Aamiin. 🙂

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui. Ampuni hamba-Mu yang lemah ini. Ampuni segala khilaf dan dosa hamba. Ampuni atas ketidakbaikan dari dalam diri hamba. Terima kasih atas karunia dan nikmat-Mu. Jagalah hamba di jalan-Mu. Jagalah mereka yang hamba sayangi. Sayangilah orang-orang yang menyayangi hamba. Sampaikanlah sayang hamba pada mereka. Sampaikanlah maaf hamba pada mereka. Dan, sayangilah orang-orang yang saling mengasihi karena-Mu.
Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar.
Aamiin aamiin aamiin ya robbal ‘alamiin.

Sukran katsiraa’. 😀

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s