Terpaan Hangat Sinar Mentari Cahaya-Nya Paling Sempurna

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ketika Bintang Tak Seterang Dulu

Waktu kembali membuktikan
tak ada satu pun yang abadi
keabadian mutlak milik-Nya

Begitu pula terangnya bintang
terang yang dulu
kini t’lah memudar
tergantikan
entah
bagaimana bisa

Mungkin karena sapaannya yang t’lah lalu
senyumnya, pesonanya
khayal yang membuai
membuatnya seakan terus terkembang
terukir dalam sudut ruangan

Tapi waktu terus berjalan
seiring pergantian warna dan rasa

Waktu yang telah menjadi saksi
menerima hangat sinar mentari
yang menyejukkan
aneh!
sinarnya tajam dan menusuk!
Awalnya begitu memang
aku pun tak nyaman dengan sinar itu, awalnya

Lagi-lagi waktu menjebakku, menertawakanku
terangku redup
sekarang
sinar baru menusuk, menyeruduk
tajam

‘tak ada angin, tak ada hujan’
begitu kata pepatah
baru saja merasa nyaman dengan suasana baru
datang pula si burung pembawa kabar
kabar baru
sebentar lagi, tunggu saja
liat sekelilingmu, sekitarmu!
amati, perhatikan baik-baik!
Adakah kau lihat suatu yang aneh?

Ya!
Kupikir, kurasa memang ada

Benar memang, sinar itu tajam dan menusuk
awalnya
tapi coba rasakan
tunggu beberapa saat
akan kau rasakan perbedaannya
hangat, menenteramkan
angin sepoi menambahkan kesejukan

“Hei!”
sang waktu mengingatkan
“Ingat-ingat pula, lagi dan lagi, tak ada yang abadi, Kau tahu!
Bolehlah kau rasa nyaman sekarang, tapi esok mana tahu?

Jalani saja!
Let it flow. .
Biarkan ketenangan itu mengalir ke seluruh tubuhmu
rasakan
tapi ingat ‘tuk hindari rasa ambisiusmu!

Ingat sapaan bintang yang lalu
halusinasimu
pun kini berganti
bukan tak mungkin sinar mentari ‘kan redup pula
layaknya terang gemintang

Bolehlah sinar itu lebih nyata kelihatannya
tapi tetaplah ingat!
Rasakan..bahwa
Cahya-Nya paling sempurna
berharaplah hanya pada-Nya
pujilah Dia, sucikanlah Dia
agungkanlah kebesaran-Nya
sandarkan hatimu hanya pada-Nya
karena pada Dia-lah kita kembali”

-Dwi T. Priyantini-
welcome to the jungle in my life! 😀

Subhaanallaah walhamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar
wa laa haula wa laa quwwata ilaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.

Mari luruskan niat,

“Innashshalaati wanusuki wa mahyaaya wa mamaati lillaahi rabbil ‘aalamiin”

🙂
Jazakallaahu khairan katsiraa.

Advertisements

One thought on “Terpaan Hangat Sinar Mentari Cahaya-Nya Paling Sempurna

  1. Pingback: Mentari pun … | A Precious Life Footprint

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s