Tak Perlu Pacaran

Data Buku

Judul buku    : Buanglah Pacar Pada Tempatnya (Karena Hati Hanya Untuk Illahi)
Pengarang     : Afifah Afra, Aries Adenata, dan Asri Istiqomah
Penerbit         : GizoneBooks
Tahun terbit : 2010
Tebal buku    : 96 hlm. + 2 cover

Pacaran? Apa boleh? Dalam Islam kan tidak ada yang namanya pacaran. Mana boleh?
Nah, dalam buku ini diberikan penjelasan-penjelasan tentang apa boleh pacaran dalam Islam dan bagaimana jika kita sudah cinta dengan seseorang, tentunya lawan jenis.
Memang benar, dalam Islam tidak ada dan tidak diajari yang namanya pacaran. Jalan satu-satunya yang diajarkan dalam agama Islam jika kita sudah siap dan merasa sudah mendapat pasangan yang cocok adalah menikah. Untuk itu, jika kita belum siap dan sekiranya pasangan kita juga belum cocok, tidak perlu kita berpacaran.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa cinta itu memang sudah kodratnya manusia dan merupakan sesuatu yang agung. Cinta, bahkan menjadi salah satu dari tiga pilar ibadah, yakni al khauf (rasa takut), ar-raja’ (berharap), dan hubb (cinta). Menurut Syaikh Ibnul Qayyim al-Jauziyah, cinta dapat dimaknai sebagai sesuatu yang putih bersih, tinggi, dan terlihat (terekspresikan), keberadaannya terus menerus dan konsisten, selalu tumbuh jika mendapatkan ‘nutrisi’ dan bisa menjaga atau menahan pemilik cintanya agar tetap ‘utuh’.
Dalam buku ini dibandingkan antara cinta versi Yunani dengan cinta versi Islam. Pembagian cinta versi Yunani ternyata sangat sempit karena hanya berobjek manusia. Sedangkan cinta versi Islam jauh lebih universal karena meliputi segala sesuatu yang ada di jagad raya ini mulai dari Allah sebagai Rabbul ‘alamin, hingga kepada alam semesta seisinya dan diurutkan dari cinta yang tertinggi (Allah) sampai cinta yang terendah (harta benda).
Ada beberapa poin yang mesti dicermati dalam memenej cinta. Poin tersebut adalah disiplin dan konsekuen pada hirarki atau urutan cinta, mencoba mengenal objek cinta kita, dan memperbanyak berinteraksi dengan objek cinta kita itu.
Mengenai pacaran, dalam buku ini dijelaskan bahwa ketertarikan terhadap lawan jenis itu bahaya. Untuk itu, harus diatur dengan suatu ikatan atau komitmen, yaitu pernikahan. Hal ini diperjelas dalam ayat Al Quran yang berisi tentang larangan mendekati zina karena zina itu suatu hal yang keji dan buruk. Sedangkan zina itu sendiri ada bermacam-macam dan bagi para pelaku zina hukumannya sangat berat. Selain itu, dalam ayat Al Quran juga kita diharuskan menjaga pandangan dan kemaluan kita. Dalam Islam, pacaran yang merupakan hubungan dua orang berlainan jenis yang bukan mahram tanpa ikatan nikah itu dikategorikan mendekati zina.
Dengan demikian, menjalin hubungan dengan lawan jenis boleh asal ada batasannya. Sebagai muslim, jika kita mulai tertarik pada lawan jenis dan kita belum siap, maka sebaiknya hindari yang namanya berpacaran atau bentuk apapun yang menyerupainya dan tidak ada istilah pacaran islami dalam Islam. Namun, jika kita tertarik pada lawan jenis dan sudah siap, maka segera diikat dengan ikatan pernikahan.
Karena isinya yang simple dan menarik, buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja ke atas utamanya remaja. Untuk remaja, buku ini bisa dijadikan bahan ajar dan instrospeksi diri. Buku ini juga cocok dijadikan acuan bagi orang dewasa terutama orang tua dalam membimbing muda-mudinya.
Buku yang memiliki sampul unik ini disajikan dalam bahasa yang menarik. Dalam buku ini jarang bahkan mungkin tidak ditemukan kesalahan dalam ejaan. Buku ini juga disajikan dengan lembaran bergambar pernak-pernik meskipun hanya pada beberapa lembar terutama pada awal bahasan.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s