Berbagi: Kiat-Kiat Mengikuti SNMPTN (part 2, ending)

Bismillahirrahmanirrahiim.

 

-lanjutan dari part 1-

 
-          Kiat khusus

  • “Berdoa dan usaha” (Sakinatun Nisa)
  • Mencari peluang yang memungkinkan diterima di PTN dan prodi yang akan dipilih.
  • “Belajar yang giat, sungguh sungguh, dan yang pasti tekad yang bulat, jangan setengah setengah karena hasilnya ga akan maksimal. Ikuti les dan mintalah les les tambahan di malam hari yang ringan namun cukup menambah ilmu lainnya. Belilah buku buku khusus snmptn untuk belajar dirumah, apabila tidak ada kerjaan jauh lebih baik untuk mengerjakan itu. Jauhi jejaring sosial dan media elektronik untuk sementara. Fokus, ibadah dan berdoa hal paling utama. Jangan pernah sekalipun ditinggalkan.” (Aldila Faza)
  • “Belajar tuh mulai dari awal kelas 3 sampe seminggu mau ujian. kalo udah h – 5 mending jangan belajar keras, nyantai aja, mending banyak main.” (Ibrahim)
  • Kalau yang jalur undangan pinter2 milih universitas dan jurusan. Dari temen2 saya yg diterima jalur undangan, semua yang saya tanya lolos di pilihan universitas pertama. Pas milih jurusan, liat temen lain juga. kalau ada yang sama jurusannya tapi nilai kita lebih rendah, mending ganti. Contoh : ada beebrapa teman saya yang memilih kedokteran UI. yang diterima hanya 1, yang nilainya tertinggi. Tapi kalau memang kualitas sekolah sudah sangat bagus, bisa saja lebih dari 1.
    Mulai tahun ini kan ujian mandiri dilakukan setelah snmptn dan ujian nasional, nah ini sangat menguntungkan kita. Fokus belajar untuk UN dulu, setelah UN matang, baru belajar untuk snmptn. Tidak apa2 belajar sejak awal kelas 3 untuk snmptn, asal bisa bagi porsi untuk belajar UN juga. Jangan bosen latihan soal. Kalau kita terbiasa mengerjakan soal, Insya Allah kita cepet menyelesaikan soal. Kalau kurang latihan, bisa2 nanti masih mikir ini soal mau diapain. Udah punya gambaran jurusan dan univ yg dipilih. Kuota, keketatan, prospek, dll.
    (Dipta Tanaya)
  • “Rajin ngerjain dan bahas soal. Lebih efektif, bangun jam 3 pagi, solat tahajud (buat yang muslim) 10-15 menit, buat yang non-muslim berdoa atau baca kitabnya. Abis itu, belajar ngerjain soal (sebisa mungkin ditargetin. misalnya: hari ini mesti ngerjain 20-30 soal). Belajar sampe waktu solat subuh, buat yang non-muslim usahain targetin jam yang sesuai. Usahain juga dikerjain tiap hari.” (Nadia Oktiarsy)
  • Belajar dan Berdoa. Jangan pernah mengandalkan kecerdasan otak atau kerajinan anda atau keberuntungan anda untuk lolos tanpa diimbangi dengan doa karena hasilnya tidak akan berkah. Jangan pernah melupakan usaha sebelum berdoa, malu kepada Allah kalo kita cuma bisa merengek tanpa mau berusaha, hidup itu cobaan dan tugas kita untuk berusaha. (anonim)
  • “Untuk siswa-siswi yang ingin mengikuti SNMPTN Jalur Undangan, kalian harus mempersiapkan sejak pertama kali kalian menginjakkan kaki di SMA yang kalian pilih. Kalian harus berusaha dengan keras agar semua nilai- nilai kalian dari semester awal hingga semester 5/ bahkan semester 6 baik, bagus. Sehingga, kalian akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN Jalur Undangan. Supaya kalian merasa tenang pada saat orang lain sibuk mencari PTN, kalian sudah diterima di PTN. Menyenangkan bukan. Tapi juga harus Belajar Belajar dan Belajar dengan sungguh – sungguh.” (Setyowati)
  • “Nilai rapor harus tinggi !” (Aidil Fitra Jufri)
  • 1.Pilih jurusan yang kamu sukai dan percaya diri bahwa kamu akan masuk ke universitas yang kamu idam2kan.
    2. Bantai habis soal2 dari buku latihan snmptn
    3. fokus belajar pada pelajaran yang kamu sukai dan kuasai ( biar bisa panen nilai)
    4. Jangan pelit ilmu ke temen yang nanya soal pas latihan
    5. Belajar di jadwal,klo bisa buat program supracamp sendiri dirumah
    6.Banyak berdoa
    (anonim)
  • “Belajar yg rajin. Hargai setiap guru yg mengajar dan jujur ketika mengikuti ujian niscaya membawa berkah.” (anonim)
  • Untuk snmptn undangan : karena baru dimulai tahun ini, jadi mungkin banyak dari teman2 yang agak menyesal tidak mengejar rangking bagus di kelas. untuk tahun selanjutnya kiatnya :
    1. mulai serius dengan nilai-nilai semua mata pelajaran, jangan menyepelekan walaupun itu hanya pelajara tambahan seperti –> seni rupa/ kw/ dst karena nilai itu sangat berharga bagi yang berniat di jalur undangan XD
    2. dari awal kelas 3, mulai beli/pinjam buku2 snmptn tulis dan tpa tapi jangan lupa belajar untuk UJIAN NASIONALnya
    3. berdoa dan perbanyak amal
    4. konsultasi dengan guru bp dan orang tua –> harus sering2
    5. browsing/membaca2 prodi2 dan ptn yang diminati serta untuk masa depannya
    6. saat ikut undangan, pilihlah jurusan di mana kamu yang berada di peringkat 1 diantara teman2 kamu yg memilih jurusan sama dengan kamu–> buat sma1 kan ada rangkingnya, alhamdulillah jd mudah
    7. misalnya tidak ada rangking dr guru2 bp bg yang mau ikut undangan demi memilih jurusan yg kemungkinan besar bisa diterima–> usulkan pada guru bp, bagaimanapun ini sangat membantu.
    (Rahmaningtyas Nurifahmi)
  • “3B : Belajar, Bermain dan Berdoa. Tiada hari tanpa belajar. Bermain adalah belajar dari alam sekitar. Berdoa, pasrah pada ketetapan Tuhan” (Teguh Atma Wijaya)

-          Saran dan hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilihlah sesuai keinginan, lihat celah dan peluang, mantapkan hati. Berusaha semaksimal mungkin dan diimbangi dengan do’a.
  • “Pada hari H tes snmptn, jangan lupa membawa jam. Jangan sampai kamu terlena untuk mengisi soal soal sulit sampai lupa bahwa waktu penentu akan segera tiba. Jangan lupa bawa saputangan, bagi yang selalu keringetan di tangan. Kertas LJK basah, bisa menjadi salah satu kerugian untuk kita. Dan untuk hari hari sebelum snmptn, jangan lupa curi start dari orang lain, kumpulkan info sebanyak mungkin, belajar yg giat, jangan terpengaruh orang lain. Kamu adalah kamu. Sukses ada di tangan kamu.” (Aldila Faza)
  • Misal ikut snmptn undangan, kalian tetap harus antisipasi. Sebaiknya juga mempersiapkan snmptn tertulis. Tentu harapan kita diterima lewat undangan, tapi untuk kemungkinan terburuk kita juga harus siap. (Dipta Tanaya)
  • “Sebelum mengikuti ujian, jangan lupa doa, sarapan, sama minta doa dari orang tua. Hindarin rasa PD berlebihan karena efeknya kecerobohan dan sombong.” (Nadia O.)
  • “Yang terpenting adalah kalian harus rajin mengerjakan soal-soal dari manapun, kalau tidak tahu kalian harus bertanya.” (Setyowati)
  • “Kalau pilih prodi dan universitas jangan liat hanya gengsi dan passing grade, tapi berdasarkan minat kamu. Mau ngincer ITB tapi gak suka prodinya , ya jangan milih. Mau ngincer UI tapi passing grade nya setinggi langit tp prodinya kamu suka , langsung aja pilih tapi di imbangi dengan belajar yang luar bisa. Selama kamu berusaha Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik.” (anonim)
  • “Bagi yang ikut undangan > pilih jurusan dimana kamu paling unggul diantara teman2 kamu yg memilih jurusan yg sama dg kamu, karena biasanya dipilih hanya 1 / 2 saja dari 1 prodi –> kalau mau cari aman, heheeee” (Rahmaningtyas N.)
  • “Kenali diri sendiri. Hal-hal atau cara untuk memotivasi diri, cara menenangkan diri, dan sebagainya, bagaimana untuk merasa tenang sehingga pelajaran mudah dipahami.” (Teguh A.W)

-          Pengalaman mengikuti snmptn

  • “Berjuang dan ikhlas” (SN)
  • Hanya memilih satu prodi dan univ karena baru memiliki satu gambaran itu saja.
  • “Cuma bisa bilang ‘sensasi snmptn tulis luar biasaaa….’ hari pertama snmptn, saya muntah muntah mungkin karena tegang dan mental belom kuat. tapi hari kedua saya bener bener bertekad untuk membasmi rasa tegang saya dan mengembalikan gairah saya untuk mengerjakan soal soal kemampuan IPA. alhasil, doa dan usaha saya berhasil, berbuah UI :)” (AF)
  • “Jangan lupa bawa kelengkapan, banyak orang yang gagal karena ga bawa perlengkapan.” (Ibrahim)
  • Saya punya kelompok belajar, dan biasa belajar bersama di bimbel. Ada 5 orang yang rutin ikut. Saya dan 5 orang teman saya tersebut ikut jalur undangan, tapi yang lolos hanya saya. Ternyata pengalaman ini sangat berharga, dan menjadikan kelima teman saya termotivasi. CD pembelajaran yang saya beli akhirnya saya pinjamkan kepada mereka. Salut banget melihat teman2 saya semangat ikut snmptn tertulis. Setelah perjuangan yang cukup berat, 2 teman saya diterima di ITS, 1 di UI, dan 1 di IPB. Teman saya yang satu lagi belum lolos. Kami terus mendukung dan memberi semangat. akhirnya berkat kerja keras dia diterima di UNDIP. Pengalaman berharga banget, antara persahabatan dan perjuangan. (DT)
  • Pengalamnya… degdegan pas mau pengumuman. Seru.” (NO)
  • Mungkin saya termasuk yang telat menyadari bahwa ada sistem PMDK atau SNMPTN Undangan dalam memasuki Universitas. Saya baru mengetahuinya di kelas XI akhir setelah melihat pengumuman kk kelas saya. Saya kira dari awal masuk kelas X, teman2 perlu memikirkan tujuan teman2 ke depannya. Dulu saya mengejar prestasi belajar hanya karena ingin mengejar rangking pertama. Saya tidak pernah terpikir untuk memilih FK UI. Saya baru memutuskan hal tersebut di kls XII tapi alhamdulillah Tuhan mengizinkan saya untuk lolos via Undangan. Suatu kebimbangan juga ketika memutuskan hanya memilih 1 pilihan yang cukup berat. Namun, guru saya yakin kalo memang saya minat di bidang,maka pilihlah bidang itu. Saya diingatkan oleh pacar saya bahwa diterima di SNMPTN Undangan itu hadiah dari Allah atas usaha yang saya lakukan untuk mempersiapkan SNMPTN Tulis. Saya diingatkan untuk tidak menjadi sombong ketika mendaftar, saya diminta untuk terus belajar dan belajar untuk SNMPTN Tulis karena mungkin usaha atau kesungguhan saya dalam mempersiapkan Tulis yang menjadi bahan pertimbangan Tuhan untuk meloloskan saya.
    (anonim)
  • “Sangat menegangkan, dimana terasa sangat begitu khawatir bercampur takut. Takut kalau tidak akan diterima di PTN yang saya pilih. Tetapi, karena dukungan dan doa dari semua keluarga dan teman. Alhamdulillah membuahkan hasil yang baik.” (Setyowati)
  • “Ribet ngurusin berkas2nya.” (AFJ) =>berkas yang dimaksud mungkin berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk daftar ulang.
  • Pas naek ke kelas tiga gw kan bingung mau daftar kemana, tapi dalem diri gw pengen jurusan akuntansi… trus gw melakukan survei universitas mana yang paling top akuntansinya … gw survei sampe 6 lebih lah univeritas… setelah gw survei ternyata menurut gw UI yang paling oke.. yaudah gw ikut semua jalur yang bisa gw ikutin.. pertama gw ikut PPKB UI ya kyk pmdk gitu,, ehh ternyata digabungin sama snmptn undangan, yaudah gw daftar… pas liat pengumamn gw gak keterima.. wah kaget banget padahal udh optimis banget masuk,,tapi setelah itu gw langsung lupain kesedihan gw itu besoknya gw daftar snmptn tulis, padahal waktu itu tinggal 12 hari tesnya… gw mati2an belajar bolak-balik sekolah nanya guru.(gw gak sempet ikut les) nanya soal2 ketemen sampe minjem buku dari temen yang ikut les dari berbagai tempat bimbel… Hari H telah tiba gw dapet tempat ujian yang lumayan jauh, bangun pagi2 terus sarapan dan minta restu ortu… sampe ditempat ujian gw cari ruangan trus duduk dibangku,gw persiapin semua alat yg gw butuhin.. trus gw doa setelah beres ngerjain soal gw doa lagi trus pulang dan tidur… besoknya gw lakuin hal yg sama tpi berngkat siang ( Ujian ips jam 10.30) setelah beres gw lakuin doa berturut2 smpe tuh hari pengumuman.
    (anonim)
  • “Yang pasti selama menunggu pengumuman undangan itu galau banget rasanya. Campur aduk banget perasaannya. Takut gak keterima segala macem, pikiran2 negatif deh dan pas pengumuman, terus ternyata hasilnya diterima, malah gak percaya, hahaha. Shock banget. terlalu seneng kali ya sampe gak nyangka.” (anonim)
  • “Kalau diterima (aamiin alhamdulillah) bersyukur, kalau belum diterima undangan jangan pesimis di tertulis –> setiap orang punya rejekinya sendiri2, jalannya juga sendiri2, kalau mau enak, bersusah2 di awal lebih baik drpd menyesal di akhir, berjuang yaa.heheheee” (RN)
  • “Jangan menunda sampai hari esok, apa yang bisa diselesaikan hari ini (saya lewat SNMPTN Undangan, proses mempersiapkan berkas-berkas lumayan menghabiskan waktu)” (TAW)

-          Apa yang mereka lakukan setelah tahu hasilnya?

Tentunya mereka bersyukur atas hasil yang diterima dan berterima kasih pada orang tua, teman, guru, dan orang-orang yang berperan dalam kesuksesan mereka. Selain itu, pastinya mereka juga tetap mendo’akan dan mensupport teman-teman mereka yang belum beruntung.

Alhamdulillah, itulah sedikit banyak gambaran mengikuti snmptn. Banyak pengalaman yang menarik dan unik serta hikmah yang dapat kita ambil darinya. Walaupun yang berbagi pengalaman adalah mereka-mereka yang sukses SNMPTN, tentunya di luar masih ada banyak pengalaman mereka-mereka yang belum beruntung lewat jalur SNMPTN. Tidak sedikit orang-orang yang belum beruntung melalui jalur SNMPTN tetap semangat bahkan jauh lebih semangat untuk berjuang terus mendapatkan kursi di Perguruan Tinggi. Satu hal yang perlu diingat dalam mengikuti pergulatan SNMPTN ini adalah jadilah orang yang bermental baja, bertekad kuat dan tahan banting.

Yang terakhir, pesan dari saya di manapun kalian nanti melanjutkan sekolah (kuliah) dan jadi apa pun kalian nanti tetaplah percaya diri dan bersyukur. Ada istilah, ‘rumput tetangga kadang memang terlihat lebih hijau’. Benar adanya memang, jika kalian suatu saat atau kapanpun merasa demikian, jadikanlah motivasi untuk menjadi lebih baik. Kita boleh iri hanya jika itu memacu diri kita menjadi lebih baik. Iri yang boleh adalah tanpa dibarengi keinginan agar sesuatu lepas dari orang lain. Di manapun dan jadi apapun kita nanti, tidak ada yang tahu. Tiap orang sudah ada jalannya sendiri-sendiri. Jalani saja. Ingin sesuatu? Berusaha, berdo’a, dan sisanya kita pasrah.

Mari kita belajar mencintai apa-apa yang sudah kita miliki. Tetap bersyukur. Alhamdulillah.

Sekian dari kami, semoga bermanfaat.
Kami hanya bisa memberikan ini dan berdo’a semoga kalian dan kita semua sukses. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Terima kasih.

 

Mantapkan hati, bulatkan tekad untuk satu tujuan pasti. SUKSES! Semangat!!

Credit to:

Sakinatun Nisa
Aldila Faza
Ibrahim
Dipta Tanaya
Nadia Oktiarsy
Setyowati
Aidil Fitra Jufri
Rahmaningtyas Nurifahmi
Teguh Atma Wijaya
Anonim(3 orang)

3 thoughts on “Berbagi: Kiat-Kiat Mengikuti SNMPTN (part 2, ending)

  1. Pingback: Berbagi: Kiat-Kiat Mengikuti SNMPTN (part 2, ending) | Setitik Partikel Cahaya

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s